Sabtu, 20 Desember 2008
di
02.14
|

Saya mendengar lonceng berdentang pada hari Natal, lagu-lagu Natal yang sudah dikenal, betapa nyaring dan merdunya kata-kata yang terdengar lagi, damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Saya berpikir, seandainya pada hari Natal, semua lonceng yang tergantung di menara gereja, memainkan lagu tanpa hentinya damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Dan dalam keputusasaan saya menundukkan kepala; "Tidak ada damai di bumi," kataku; "Karena kebencian ada di mana-mana, dan mengejek lagu tentang damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!"
Tetapi suara lonceng yang berdentang bergema semakin kuat: "Tuhan tidak mati atau tertidur!Yang jahat akan jatuh, yang benar akan menang, damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!"
Lonceng terus berbunyi, berdentang, Bumi berputar dari malam hingga pagi. Suara lonceng, nyanyian agung, terdengar merdu. Damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!
Diposting oleh
Blog Git4r15 No.1 SMP Budhi Dharma Balige


0 komentar:
Posting Komentar